BANJIR DAN LONGSOR MENGANCAM, FORUM PRB DIBENTUK

Jebres (Espos) Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor berpotensi tinggi terjadi di kabupaten/kota wilayah Soloraya atau eks Karesidenan Surakarta, pada musim penghujan ini.

Ancaman banjir merata di seluruh wilayah Soloraya, sedangkan potensi longsor paling tinggi di Kabupaten Karanganyar.

Untuk meminimalisasi risiko bencana, pemerintah daerah diharapkan membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Lebih kurang demikian benang merah workshop persiapan pembentukan Forum PRB Jateng di Auditorium UNS, Selasa (19/1).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor UNS Prof Dr Much Syamsulhadi; Kalahar BPBD Jateng; Advisor SCDRR, Banu Subagyo; Ketua FPRB DIY, Danang Samsurizal; Kepala Pusat Studi Bencana LPPM UNS, Sarjoko Lelono; serta Ketua Tim Kerja Pembentukan Forum PRB, Edi Waluyo.

”Untuk peta daerah rawan bencana banjir di Cilacap, Surakarta dan Semarang/Pati. Pada penghujan ini, potensi bencana dimungkinkan terjadi,” ujar Sarjoko Lelono saat ditemui wartawan di sela-sela acara.

Dengan besarnya potensi bencana, Sarjoko menekankan pentingnya inisiasi pembentukan Forum PRB di daerah. Teknisnya dengan menyampaikan gagasan tersebut kepada warga yang peduli terhadap aksi itu. Selanjutnya membentuk wadah bagi potensi kelompok masyarakat tersebut.

Pembinaan

”Fokusnya meningkatkan kesiapan internal dan masyarakat saat belum terjadi bencana. Teknisnya dengan pembinaan dan pelatihan. Sehingga saat bencana datang, sudah siap,” tegasnya.

Sedangkan Edi Waluyo menyampaikan, 90 persen kerentanan bencana di Jateng disebabkan faktor geologis-ekologis. Kondisi tersebut ditunjukkan semakin meningkatnya frekuensi kejadian bencana di level nasional maupun wilayah Jateng. Di sisi lain mayoritas penduduk Indonesia terkonsentrasi di Jawa sebanyak 65 persen sekitar 149 juta.

”Letak geografis dan kondisi geologis negara Indonesia pada cincin api dunia dan pertemuan tumbukkan tiga dari tujuh lempeng dunia,” paparnya.

Mengenai Forum PRB Jateng, Edi menerangkan, inisiasi telah dilaksanakan di Salatiga Oktober tahun lalu. Ketika itu telah dirumuskan tim kerja serta mandat yang diberikan. Setelah itu dilakukan pertemuan lanjutan membagi tim kerja dalam Subtim inventori dan direktori personal, Subtim diseminasi penanggulangan bencana dan PRB, serta Subtim penyiapan statuta Forum PRB Jateng. Sementara Syamsulhadi menilai perlunya peningkatan kerja sama unsur penanggulangan bencana di Tanah Air, utamanya Soloraya. - Oleh : kur (Solopos)